Lokakarya
2 Akademisi Fakultas Kehutanan UNTAD Terlibata Dalam Pembahasan Rencana Aksi Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026 t
Rapat Koordinasi Pembahasan Rencana Aksi Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026 telah dilaksanakan pada 27–28 April 2026 di Best Western Plus Coco Palu. Kegiatan ini dibuka dan ditutup oleh Ketua KKMD Provinsi Sulawesi Tengah, Prof. Dr.Sc.Agr. Ir. Yusran, S.P., M.P., yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako.
Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna mendukung pengelolaan ekosistem mangrove yang terpadu dan berkelanjutan. Peran akademisi turut menonjol dalam forum ini, di mana dua dosen Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako hadir sebagai narasumber, yakni Prof. Dr.Sc.Agr. Ir. Yusran, S.P., M.P. yang membawakan materi terkait sinergi multipihak dalam perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove, serta Dr. Bau Toknok, S.P., M.P. yang memaparkan Rencana Aksi KKMD Sulawesi Tengah Tahun 2026.
Ekosistem mangrove memiliki peran vital secara ekologis, ekonomis, dan sosial, namun saat ini menghadapi berbagai tekanan akibat alih fungsi lahan, pembangunan, serta belum optimalnya pengelolaan terintegrasi.
Melalui kegiatan ini, para pemangku kepentingan yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, akademisi, sektor swasta, serta lembaga non-pemerintah, membahas dan menyepakati Rencana Aksi KKMD Tahun 2026 sebagai acuan pelaksanaan program yang lebih terarah, terukur, dan sinergis. Selain itu, rapat juga menghasilkan draft kepengurusan KKMD periode 2026–2030 sebagai upaya menjaga kesinambungan kelembagaan, mengingat masa berlaku kepengurusan sebelumnya akan berakhir pada Oktober 2026.
Kegiatan yang didukung oleh proyek Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi, meningkatkan komitmen bersama, serta mendorong efektivitas pengelolaan mangrove di Sulawesi Tengah.
Dengan dukungan kuat dari kalangan akademisi serta kolaborasi lintas sektor, KKMD diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove sebagai benteng alami pesisir serta sumber penghidupan masyarakat.