Workshop

Belajar dari ‘Forest and Society’ UNHAS, Fahutan UNTAD Targetkan Jurnal Warta Rimba Masuk SINTA

Oleh Admin 20 Juli 2022 7 kali dilihat
Thumbnail Belajar dari ‘Forest and Society’ UNHAS, Fahutan UNTAD Targetkan Jurnal Warta Rimba Masuk SINTA

MAKASSAR – Dalam upaya meningkatkan kinerja publikasi ilmiah dan kualitas pengelolaan jurnal, Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako (Fahutan UNTAD) melaksanakan kegiatan upgrading jurnal "Warta Rimba". Kegiatan ini dilaksanakan melalui kunjungan langsung ke Forest and Society Research Group di Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (UNHAS), Makassar.

Kunjungan yang berlangsung selama dua hari, yakni Senin hingga Selasa (18–19 Juli 2022) ini, dipimpin oleh Dr. Ir. Golar, S.Hut., M.Si., CRP bersama tim pengelola jurnal Fahutan UNTAD. Rombongan disambut langsung oleh Dekan Fahutan UNHAS, Dr. Ir. Mujetahid M, S.Hut., MP., IPU, sebelum diarahkan menuju ruang kerja tim Forest and Society.

Urgensi Peningkatan Mutu Jurnal Latar belakang kegiatan ini didasari oleh keinginan untuk meningkatkan status "Warta Rimba: Jurnal Ilmiah Kehutanan" yang dimiliki Fahutan UNTAD. Awalnya, jurnal ini hanya difokuskan sebagai wadah publikasi mahasiswa, namun seiring waktu, para dosen pun mulai aktif mempublikasikan hasil penelitian mereka di sana.

Tercatat sebanyak 16 dokumen terbitan Warta Rimba telah disitasi oleh 22 jurnal yang terindeks Scopus. Hal ini memicu semangat pengelola untuk meningkatkan kualitas Warta Rimba agar dapat terakreditasi SINTA maupun terindeks Scopus. Forest and Society dipilih sebagai tolok ukur (benchmark) pembelajaran karena rekam jejaknya yang telah terindeks Scopus Q1 pada tahun 2020 dan Q2 pada tahun 2021.

Materi dan Strategi Menuju Scopus Kegiatan mentoring dipandu langsung oleh Editor in Chief Forest and Society, Dr. Forest. Muhammad Alif K.S., S.Hut., M.Si. Dalam materinya yang bertajuk "How to be a Scopus Journal", dijelaskan bahwa kriteria minimum jurnal terindeks Scopus meliputi adanya peer-review, abstrak berbahasa Inggris, publikasi reguler, serta penerapan etika publikasi.

Dalam sesi evaluasi, instruktur menyoroti bahwa tampilan website Warta Rimba sebelumnya masih di bawah standar untuk pengajuan akreditasi karena aim and scope (fokus dan ruang lingkup) yang belum jelas serta penggunaan Bahasa Indonesia yang dominan. Selain itu, ditekankan pula pentingnya kepemilikan Digital Object Identifier (DOI) sebagai identitas artikel yang dipublikasikan.

Hasil Konkret dan Rencana Tindak Lanjut Merespons masukan tersebut, tim Fahutan UNTAD langsung melakukan perbaikan. Pada hari kedua, tim mempresentasikan hasil revisi berupa perubahan aim and scope ke dalam Bahasa Inggris serta penyegaran tampilan menu website. Langkah responsif ini mendapatkan apresiasi dari instruktur.

Sebagai penutup kegiatan, ditetapkan beberapa target luaran (output) dan tugas lanjutan bagi pengelola Warta Rimba, antara lain:

  1. Tampilan website dan aim and scope Warta Rimba telah resmi diubah menjadi berbahasa Inggris

  2. Pengelola akan segera melakukan pembelian DOI melalui Crossref.

  3. Fokus selanjutnya adalah menjaring penulis luar untuk berkontribusi sesuai dengan ruang lingkup baru yang telah ditetapkan.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas sumber daya pengelola jurnal Warta Rimba dalam memahami kiat-kiat mencapai akreditasi nasional maupun internasional.