Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako turut mengambil peran strategis dalam kegiatan Lokalatih PADIATAPA untuk Meningkatkan Kapasitas Seluruh Stakeholders yang diselenggarakan pada 13–14 Juli 2026 di Hotel Aston Palu. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Proyek RBP GCF REDD+ Sulawesi Tengah yang dilaksanakan oleh KEMITRAAN dan BPDLH untuk memperkuat implementasi prinsip Persetujuan Atas Dasar Informasi di Awal Tanpa Paksaan (PADIATAPA/FPIC) dalam program pembangunan daerah dan aksi iklim.

Dalam kegiatan tersebut, Prof. Dr. Ir. Golar, S.Hut., M.Si., M.I.Kom, Guru Besar Fakultas Kehutanan UNTAD, mendapat penugasan resmi dari Dekan Fakultas Kehutanan UNTAD sebagai narasumber utama. Melalui materi bertajuk "Pengenalan dan Komitmen PADIATAPA pada Program Iklim & Pembangunan Daerah", beliau menegaskan pentingnya transformasi paradigma yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam setiap tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan aksi mitigasi perubahan iklim.

Prof. Golar juga menekankan bahwa PADIATAPA bukan sekadar formalitas administratif, melainkan fondasi penting dalam mencegah konflik tenurial, menjaga integritas nilai karbon, serta memastikan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat dan masyarakat lokal sebagai subjek utama dalam pembangunan berkelanjutan.

Melalui penerapan prinsip keterbukaan informasi, tanpa paksaan, dan penghormatan terhadap hak atas lahan, PADIATAPA diharapkan mampu memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan, meminimalkan konflik di tingkat tapak, serta mendukung keberhasilan implementasi program REDD+ dan pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Tengah.